Yayasan Padma Bhuana

Jln. Graha Wisata Gg I/2 Sidakarya
(0361) 726782, 7844104,7426261, 8016398
PadmaBhuana@yahoo.com
www.PadmaBhuana.com

 

Padma Bhuana Bali

Home
..................................................
Pengurus Pelaksana
..................................................
Heart light Meditation & Yoga
..................................................
Jenis yoga menurut Kitab Yoga Sutra
..................................................
Kegiatan rutin padma Bhuana
..................................................
Photos Galleries kegiatan
..................................................
Tempat Latihan Cahaya Hati
..................................................
Puisi Ungkapan Keluarga Bahagia
..................................................
Otonan & Bebayuhan Bersama
..................................................
Workshop
..................................................
Artikel
..................................................
info Perkebunan
(keep in Green)

..................................................
Cara Menghindar dari Bahaya Gempa dan Tsunami
..................................................
Tirta Yatra Pura Puncak Mangu

 


AYURVEDA

Pendahuluan
            Saat ini pendekatan pengobatan tidak bisa dihindari, karena ketika kita sakit kita baru mengupayakan pengobatan. Padahal ada hal yang lebih penting untuk diperhatikan dari sekedar mengatasi gejala yang timbul, yaitu menjaga agar tubuh tetap sehat, tidak sakit, kita dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tidak terganggu.
            Kini telah banyak dokter yang tertarik untuk mencoba pengobatan holistic, suatu bentuk yang melibatkan kondisi tubuh, mental, sosial lingkungan dan bahkan hingga dimensi spiritual yang akan mengungkapkan faktor-faktor yang memicu suatu penyakit. Nutrisi yang baik dan seimbang serta olahraga teratur menjadi sangat penting bagi pengobatan holistik. Tetapi kestabilan emosi dan spiritual juga harus diperhatikan sehingga kondisi yang optimal akan tercipta. Terapi alternatif difokuskan untuk meningkatkan proses penyembuhan sendiri, untuk memperbaiki keselarasan antara gerak tubuh dan elemen biokimia dari tubuh, pikiran dan emosi.
                        Sedihnya saat ini ada bermacam penyakit yang belum diketahui obatnya, atau memerlukan waktu penyembuhan yang lama sehingga memerlukan biaya yang mahal.Dengan adanya kesadaran masyarakat akan kesehatannya, dan banyaknya jenis penyakit dan mahalnya harga obat modern maka pengobatan Ayurveda dipercaya sebagai terapi tambahan yang bekerja melengkapi terapi medis yang diberikan oleh dokter, yang bekerja secara sinergis.
            Ketika kita sakit, kita kemudian ke dokter yang kemudian akan segera berusaha menstabilkan dan membuat pasien nyaman, dokter akan berusaha untuk mengatasi rasa nyeri atau dampak yang ditimbulkan oleh suatu penyakit. Kemudian dokter akan melakukan pemeriksaan mengenai penyebab penyakit, dan berusaha menyembuhkannya. Obat-obatan yang dikonsumsi hanya akan meredakan gejala penyakit saja, mungkin kita merasa sembuh. Namun apakah kita benar-benar sembuh?.
            Konsekuensi dari pendekatan pengobatan tidak ada jaminan penyakit tidak akan muncul kembali, sehingga pasien akan kembali sakit, dan mengulangi seluruh proses pengobatan, yang melelahkan, menyakitkan dan membutuhkan biaya besar. Besar kemungkinan adanya efek samping, selain efek alergi dari pasien itu sendiri.
            Sekarang banyak diantara kita sadar, bahwa disekitar kita ada banyak tanaman yang berkasiat sebagai obat. Bahan obat-obatan Ayurveda berasal dari bahan alam sehingga bebas efek samping. Namun untuk hasil terbaik, instruksi dosis, dan saran mengenai pola makan harus ditaati dengan seksama. Perlindungan menyeluruh terhadap hampir seluruh penyakit, menangani penyakit bahkan sebelum mereka timbul, serta menjaga kesehatan.
            Ayurveda! Pernah dengar?.  Tidak banyak yang mengetahui konsep kesehatan timur ini. Ayurveda berasal dari India. Mengingat system pengobatan ini cukup  sederhana dan mudah untuk dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama masyarakat yang tinggal di pedesaan karena lebih mudah mendapatkan tanaman berkasiat obat-obatan disekitar tempat tinggalnya. Kami dari mahasiswa Unhi, khususnya di fakultas kesehatan sangat penasaran tentang keampuhan dari pengobatan India (ayurveda), sehingga kami dari kelompok V, Semester II, Fakultas Kesehtan Ayurveda UNHI Denpasar, sangat tertarik mengungkap lebih lanjut mengenai tehnik pengobatan India (Ayurveda). Semoga tulisan kami ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan wawasan khususnya yang berkaitan dengan budaya hidup sehat dengan tanaman obat herbal.
            Penulis mempergunakan metode observasi dan kepustakaan, dengan cara menggunakan penelitian dari sumber pustaka yang ada. Dalam metode ini penulis memproleh materi dari membaca buku referensi dan artikel-artikel di internet yang berkaitan dengan penulisan paper ini.

Tinjauan Pustaka

Pengobatan India (Ayurveda)

            Pengobatan Ayurveda pertama kali dipelopori Dhanvantari sekitar 1.500 Sebelum Masehi. Namun, baru sekitar tahun 200 Sebelum Masehi,  pengobatan Ayurveda ditampilkan dalam bentuk tulisan dan menyeluruh. Ayurveda mengajarkan teknik operasi, obat-obatan dari tanaman, aroma terapi dan mengajarkan segi gaya hidup sehat. Para pakar memperkirakan Ayurveda memiliki sejarah lebih panjang, yakni dirintis sekitar tahun 3.000  SM yang mencakup ajaran spiritual dan perilaku. Kitab Atreya Samhita salah satu bagian Ayurveda merupakan buku medis tertua di dunia.
            Pada zaman itu, situasi kekuatan tenaga sering menyebabkan terjadinya perkelahian yang menyebabkan luka pendarahan pada hidung. Hal itu adalah hal yang lazim terjadi pada satu millennium Sebelum Masehi, umumnya dilakukan dengan memotong hidung para tawanan perang atau karena pertempuran. Sekitar tahun 500 Sebelum Masehi, Sushruta dari India berhasil mengadakan rhinoplasty atau operasi mengembalikan bentuk hidung. Sushruta menjelaskan sayatan kulit dari kepala dapat sembuh dengan ramuan herbal atau obat-obatan dari tumbuhan.
            Setiap orang sebagai manusia pasti pernah sakit. Ada banyak penyebab yang menjadikan seseorang itu jatuh sakit. Berbagai penyebab itu berdasarkan atas asal penyebab penyakit, yaitu: 1) Penyakit yang berasal dan dalam tubuh sendiri, termasuk penyakit psiko-somatik. Sel, organ atau sistem yang ada di dalam tubuh manusia mengalami kelainan bentuk atau kerusakan, sehingga fungsinya tidak normal. 2) Penyakit yang disebabkan oleh faktor kausa fisik dan luar tubuh, seperti bibit penyakit yang menyerang tubuh, atau diserang oleh orang dengan sabit sehingga luka. Teriris pisau, terpukul palu, tertusuk paku, tersiram air panas, kulit terbakar, merupakan penyakit akibat terkena benda fisik ketika sedang bekerja. Demikian pula luka, cedera, atau patah tulang akibat kecelakaan, termasuk di dalam kategori ini.  3) Penyakit yang berasal dan takdir, pengaruh planet, musim, dan sebagainya. Penyakit ini muncul sering tidak diketahui penyebabnya, sehingga dikatakan sebagai takdir. Tiba-tiba badannya panas tanpa diketahui penyebabnya. Pada umumnya dalam pengobatan ayurveda penyebab penyakit karena tidak seimbangnya unsur-unsur yang ada di dalam tubuh yang dikenal dengan unsur Tri Dhosa.  

Konsep Dasar Tri Dosha

            Tri dosha berasal dari kata Sangsekertha (India kuno), yang berakar dari kata Tri dan Dosha. Tri artinya tiga dan Dosha yang asal katanya Dhus, Dhus berarti melemahkan, atau merusak yang lain atau bisa juga diterjemahkan merusak keseimbangan dan keharmonisan badan. Tubuh menjadi lemah akibat berubahnya atau  rusaknya kesehimbangan sehingga Raga yang semula sehat menjadi sakit. Tri dosha terdiri dari: Vatta (angin atau udara atau akasa), Pitta (Empedu atau panas atau teja) dan Kapha (Lendir atau air atau apah atau pertiwi). Didalam tubuh yang sehat ketiga unsur ini selalu ada, yang sangat berperanan penting dalam aktifitas tubuh, harus dalam keadaan sehat ataupun normal. Kalau kesehimbangan ketiga unsur Tri dosha ini selalu berada dalam keadaan seimbang. kalau terganggu oleh berbagai sebab baik yang berasal dari badan diri sendiri maupun dari luar tubuh.  Untuk penyembuhannya agar tubuh kembali sehat harus mengembalikan keseimbangan ketiga unsur tersebut seperti keadaan semula.

Cara Pengembalian Tri Dosha

Kesehimbangan Tri Dosaha sangat perlu dijaga dengan cara minum berbagai ramuan obat, peluluran, pemijitan, pengurutan, diet makanan dan melakukan bermacam-macam gerak, bisa juga dengan pembedahan tergantug kasusnya. Prinsip teori Tri dosha ini dapat disejajarkan dengan teori Yin dan yang dari filsafat China. Yin dapat disimbulkan negatif atau dingin atau perempuan sedangkan Hyang simbul kekutan positif atau panas atau lelaki.  Kalau keadaan sakit dibadan kita, walaupun bagaimana enaknya suatu makanan dan minuman tidak akan mampu menikmatinya dengan lahap.  Tentunya pemberian obat dan perlakuan yang tepat agar keseimbangannya cepat pulih kembali.  setiap penyakit perlu penanganan yang berbeda tergantung jenis penyakit itu muncul. Jadi menurut kedokteran India Tri dosha merupakan suatu produk yang dibuat dari panca maha bhuta (tanah, air, udara, api dan akasa). Setiap unsur Tri Dosha menempati tempat khusus dimasing-masing organ tubuh. Ada yang menempati khusus di hati, limpa, jantung , usus, dan bagian lainnya.
            Cara kerja unsur Tri dosha didalam tubuh untuk mempertahankan keseimbangan tubuh, dengan melepaskan energi atau menyerap energi dan juga bisa menggerakkan energi. Bila energi berlebihan didalam tubuh maka menyerap energi yang belebihan tersebut  (Visarga). Kalau timbul kekurangan energi maka tubuh perlu menyeimbangkan energi dengan menyerap energi (Adana). Jika disuatu tempat ada kekurangan energi maka dengan sistem Tri Dhosa akan menggerakkan energi ke bagian tubuh yang kekurangan energi (viksepa).  Dengan demikian tubuh akan selalu berada dalam keadaan sehat
            Beberapa tanda yang dapat dipakai pedoman bahwa tubuh dalam keadaan seimbang antara lain;

  1. Adanya keinginan makan makanan secara teratur
  2. Merasa nyaman ketika makan makanan ringan
  3. Mampu mencerna dengan tepat
  4. Diberkati dengan tubuh yang prima
  5. Dapat mengeluarkan sekresi dengan lancar dan semprotannya kenceng termasuk ejakulasi /sperma.
  6. Kelima indranya berfungsi dengan baik.
  7. Dapat tidur dengan nyenyak

Orang yang memiliki ciri seperti diatas, menandakan unsur Tridosha didalam tubuhnya dalam keadaan seimbang.  Apalagi adnya keseimbangan unsur enzim, hormon, jaringan tubuh dan lainnya.  Serta dapat melakukan berbagai aktifitas pisik dengan baik disertai dengan jiwa, Indria dan pikiran yang bahagia, maka manusia yang seperti ini disebut Swasthya atau svastha (sehat sejahtera).

Karakteristik dan Unsur-unsur Dalam Tri Dosha

            Penyebaran unsur Tri dosha  didalam tubuh, ditempuh dengan bergerak kebagian atas tubuh (Urdhava) dan kebawah bagian tubuh (Adha) sedangkan kebagian samping tubuh (Tiryak). Gerakan ini yang tidak berjalan dengan lancar maka akan timbul gangguan didalam tubuh (sakit). Penyebarannya melalui bagan luar atau tepi kulit (sakha). Kalau penyebaran melalui saluran pencernaan (maha srota), kemudian menyebar ke bagian dalam tubuh lainnya seperti limpa, ginjal, hati, paru-paru, termasuk otak dan organ lainnya.  Gerakan perjalan ini,  berjalan secara terus menerus tanpa henti dengan berjalannya sang waktu. Pagi hari sampai sekitar pukul 10 pagi merupakan waktu berjalannya kapha (lendir atau air atau cair) yang dominan, maka dipagi badan kita akan merasakan sensasi yang energik, segar dan badan sedikit terasa berat. Ke jam berikutnya sampai sekitar jam 14.00 yang dominan bergerak unsur Pitta (Empedu atau panas), ada peningkatan pengeluaran /sekresi pengeluaran enzim sehingga kita akan merasa lapar, dan badan terasa agak ringan dan panas. Sejak pukul 14.00 hingga matahari terbenam, unsur Vatta (angin/udara) yang mengalami peningkatan gerak. Kita akan merasa agak aktif, tubuh merasa agak ringan namun badan terasa agak lemas. Pada malam hari dari senja hingga sekitar jam 22.00, unsur Kapha (Lendir atau air) yang peranan lagi dengan seiringnya udara sejuk, energi sudah menurun. Selanjutnya dari jam 22.00 hingga jam 02.00 unsur  Pitta (Empedu atau panas) yang lebih berpengaruh. Ini merupakan puncak pencernaan makanan. Jam 02.00 sampai menjelang pagi, sebelum matahari terbit unsur Vatta (angin/udara) yang mendominan gerakannya, sehingga menyebabkan orang akan terbangun untuk membuang kotoran atau tinja, kecing (mala). 
D.1. UNSUR VATTA
Unsur Vatta (angin atau udara atau vayu atau akasa ) dari Tri dosha ini, sering  juga disebut Vayu, vatta yang berasal dari kata Va,yang berarti gerakan dan sensasi rangsangan. Tugas Vatta bertanggung jawab gerakan dan penerima. Rangsangan sensoris melalui pancaindra termasuk moris(gerakan otot) yang diatur oleh unsur Vatta ( angin atau udara). Mengatur fungsi hidup termasuk pertumbuhan dan fungsi perkembangan tubuh. Sifat vatta, yaitu ringan, kering, pendorong dan dingin serta dapat berproses setelah meresap ke tubuh. Ada menjelaskan bahwa vatta menghambat gerakan veces dan kencing sehingga dapat ditampung sementara di rectum dan kantung kencing. Memperkuat dan mempercepat rangsangan saraf. Sebagai sumber energi untuk bergerak dan menjalankan fungsi dari alat tubuh. Menjalankan sekresi ( urea, keringat, veces serta hasil buangan lainnya). Kalau dalam triguna di bali cenderung sifatnya Rajas.
Bila vatta keadaan tidak normal atau seimbang atau unsurvatta keadaan turun maka akan tidak merasa enak serta malas untuk beraktifita, kurangnya nafsu untuk bicara, dan kurangnya kesadaran. Adanya peningkatan unsur Vatta maka akan timbul rasa sempoyongan, kurang bergairah atau kurang gembira, rasa haus yang terus menerus, badan menggigil, merasa sakit di seluruh tubuh atau seperti teriris-iris, sakit seperti tertusuk jarum, sakit seperti diikat tali, otot kejang, kulit terasa kasar atau mengkerut , gerakan anggota tubuh seperti tidak dapat dikendalikan, kehilangan aktifitas, kadang- kadang muncul bercak merah pada kulit, merasa seperti dipukul-pukul, mulut terasa spet, merasa mengkerut pada otot-otot atau kaku dan saraf atau mati rasa. Mungkin pula ada yang lumpuh (paralis)pada anggota gerak tubuh. Mudah dilihat pada sakit flu, suatu penyakit yang disebabkan oleh adanya gangguan pada unsur Vatta terutama pada saat  dingin. Vatta menempatkan unsur utama dalam tubuh yang dikenal dengan Panca Vatta  antara lain:

  1. Vayu Udana, yaitu suatu vayu yang beristana di kerongkongan. Jika vayu ini naik keatas maka akan menghasilkan suara sehingga kita bisa berbicara, bernyanyi dan suara lainnya. Warna vayu ini adalah putih susu (vayu Sveta Ksira). Bila terganggu pada vayu ditenggorokan ini bisa menyebabkan sakit tulang, terutama tulang yang terletak diantara tenggorokan dan kepala. Pengobatan atau penyeimbang unsur vayu udana ini dengan pemijatan pada muka kiri dari atas ke bawah , mulai dari dagu kiri naik menuju hidung sebelah kiri naik sampai pada kepala sebelah kanan.
  2. Vayu Prana, yaitu suatu vayu yang beristana di Jantung. Berfungsi menarik nafas dan mendorong makanan ke dalam perut. Warna vayu ini adalah Putih Perak (Vayu Dutha Tara). Gangguannya berupa tersedak, cegukan, sesak napas, dan penyakit sesak napas. Pengobatan atau penyeimbang unsur vayu prana ini dengan pemijatan pada muka bagian kanan ke bawah dari atas kepala sebelah kanan turun menuju hidung sebelah kanan terus turun sampai pada dagu sebelah kanan. Gunanya menghancurkan karbon dioksida dan kotoran lainnya.
  3. Vayu Samana, yaitu suatu vayu yang beristana di lambung dan usus. Gunanya mencerna makanandengan cara membakar dan memecah kedalam unsur rasa, ekskreta, air kencing, dan sebagainya. Warna vayu ini adalah kemerahan (Vayu Indra Gopala). Jika vayu ini terganggu maka akan timbul gangguan proses pencernaan, timbul mencret, dan juga pembengkakan dalam tubuh.  Pengobatan atau penyeimbang dengan memijat memutar searah jarum jam sekitar dagu, ini dapat meningkatkan unsur panas sehingga dapat menyeimbangkan unsur angin dan meningkatkan unsur api.
  4. Vayu Apana, yaitu suatu vayu yang beristana di pelvis, bagian bawah tubuh. Memiliki fungsi mendorong keluar tubuh, seperti keluarnyakotoran feces, kencing, sperma, darah menstruasi dan dalam proses  kelahiran janin. Warna vayu ini merah (Vayu Rakta). Bila vayu ini terganggu maka menimbulkan penyakit di kantung kemih , anus dan diabetes (kencing manis). Penyeimbangnya dengan pemijatan tubuh dari atas ke bawah sampai anus dan uretha, untuk melancarkan pengeluaran urine, feces, dan menstruasi.
  5. Vayu Vyana, yaitu suatu vayu yang beristana hampir di seluruh bagian tubuh. Kekuatan vayu ini cairan tubuh dapat menyebar, terjadi aliran keringat dan darah, gerakan pembukaan serta penutupan kelopak mata, dan berbagai gerakan lainnya. Warna vayu ini adalah bening atau seperti kristal (vayu Spahatika). Penyeimbangannya dengan cara pemijatan dari bagian muka dada, sekitar hati pijat memutar untuk melancarkan sirkulasi darah dan limfa.

Unsur vatta ini mempengaruhi rasa kesegaran, kelesuan, ketakutan, kecemasan, sakit gemetar, dan kejang. Bila kita bisa mengatur napas pranayama dengan baik maka tubuh kita akan mampu membangkitkan energi didalam tubuh. Dengan mebangkitkan Kundalini (inner power), maka vayu ini akan bangkit dan timbul energi tenaga yang amat hebat. Dengan berlatih pranayama dengan teratur dan tekun maka dengan sendirinya akan mampu secara efektif mengatur aktifitas mentalnya atau pengendalian pikirannya. Unsur Vattalah yang paling kuat mempengaruhi tubuh ini dibandingan pitha dan kapha dalam Tri dosha. Karena adanya kemampuan vayu yang menerobos keseluruh tubuh. Maka perhatian untuk pengobatan pada unsur vatta lebih mendalam dari yang unsur lainnya.
            Penyakit lain yang menyebabkan terganggunya keseimbangan Vatta seperti akibat aktifitas berlebihan, seperti berkelahi dengan  orang yang jauh lebih kuat, berjalan terlalu jauh, lari jarak jauh, berenang berlebihan, menunggang kuda atau naik kereta atau kendaraan  terlalu lama dan sebagainya. Disebabkan kecelakaan misalnya terjatuh, tekanan berat pada tubuh, luka parah, dan lain sebagainya. Perilaku yang salah, seperti berendam dalam air terlalu lama, kehujanan, begadang semalaman, membawa beban yang terlalu berat dan lama. Kalau dari makanan dan minuman yang terlalu asam , cepat, kering, manis, kelaparan, puasa, es, makan tidak teratur, makan berlebihan. Juga keseimbangan terganggu karena menahan angin dalam tubuh terlalu lama, kentut, bersin, air mata, muntah, kencing dan sebagainya.  
            Penyeimbangan dengan teknik pemijatan ini mengunakan minyak dengan ramuan herbal yang dibuat secara tradisional yang disebut dengan nama babya snebana dengan mengambil bahan dari kitab Charaka Samhita. Untuk penyeimbangan vatta disebut vatta shamak.

D.2. UNSUR PITTA

            Pitta (Empedu  atau panas)  yang bertanggung jawab terhadap semua aktifitas metabolisme fisio kimia dalam tubuh. Termasuk menerima dan mencerna makanan dan menghasilkan energi, dengan bantuan enzim dan hormon. Sifatnya bagaikan api yang dapat membakar makanan. Bagian tubuh menjadi hangat karena unsur Pitta ini.  Letaknya antara lambung dan usus, usus halus sampai usus besar, juga terdapat pada kelenjar keringat, darah, lemak, mata dan kulit. Pitta bersifat panas mirip dengan api. Memiliki kemampuan menyebar ke seluruh tubuh yang amat cepat. Bila unsur Pitta meningkat maka akan timbul seperti: rasa terbakar pada beberapa bagian organ tubuh, sakit seperti sesuatu yang terisap atau tersedot, rasa terbakar seperti asap panas keluar dari dalam tubuh atau tubuh terasa terselimuti uap panas yang keluar dari dalam tubuh, mengalami peningkatan suhu tubuh, rasa nyeri seperti cairan yang dituangkan pada luka borok.  Apabila unsur Pitta menurun maka akan timbul gejala seperti suhu tubuh menurun, kekuatan mencerna dan metabolisme menurun serta kurangnya gairah untuk beraktivitas. Warnanya merah (Rakta), Hijau(Harita) dan Kuning (Pita), serta memiliki rasa pedas, asam, dan pahit.  Kelima unsur patta ini terdiri dari beberapa bagian antara lain:

  1. Pachaka Pitta, yaitu suatu pitta yang berstana diantara lambung dan usus. Tugas utamanya adalah mencerna dan mengeluarkan, serta menyalurkan makanan yang telah dicerna, air seni, dan ekskreta lainnya menuju tempat penampungan. Memiliki sifat asam, merasakan seperti terbakar di jantung, tenggorokan dan lambung.
  2. Ranjaka pit, yaitu suatu pitta yang berstana di hati dan limfa. Warnanya merah, khusus pada makanan yang telah dicerna,  semula tanpa warna.
  3. Sadhaka pitt, yaitu pitta yang berstana di jantung. Kekuatan dari patta ini menyebabkan terjadinya kekuatan keinginan dan kerinduan pada diri seorang. Pitta ini akan mendesak yang ada dijantung keluar, sehingga timbul ego diri.
  4. Alochaka pitt, yaitu  berstana di mata, apinya mempertajam penyerapan warna dan bentuk objek, sehingga pengelihatan mata menjadi tajam. Jika pitta menurun seperti pada orang tua maka penglihatannya mulai menurun.
  5. Bharajaka Pitt, yaitu berstana di kulit, memancarkan panas sehingga badan menjadi hangat yang berfungsi meminyaki kulit sehingga kulit bercahaya. Juga sangat membantu asimilasi pengobatan melalui urut atau pijat. Pitta menimbulan semburan atau aura, pancaran sinar di kulit.

            Unsur Pitta ini sangat mempengaruhi penyerapan makanan di usus, asimilasi, nutrisi, metabolisme, pengaturan suhu tubuh, warna kulit, kilatan cahaya mata, intelektual dan pengertian secara psikologis dapat menaikkan kemarahan, kebencian dan kecemburuan.
            Penyakit lain yang menyebabkan terganggunya keseimbangan Vatta seperti gangguan emosi (marah, sedih, takut, ngeri dan sebagainya) bekerja terlalu keras sehingga kepayahan, bersenggama berlebihan, terlalu banyak mengeluarkan sperma dan juga makanan dan minuman seperti terlalu banyak makan daging kambing, makanan berminyak, minuman beralkohol dan sebagainya.
            Penyeimbangan dengan tehnik pemijatan mengunakan minyak dengan ramuan herbal yang dibuat secara traditional yang disebut dengan nama babya snebana khususnya untuk penyeimbangan pitta disebut chandan bala, dengan mengambil bahan dari kitab Charaka Samhita.

D.3. UNSUR KAPHA

            Kapha (Lendir atau air), unsur cair yang berfungsi untuk melekatkan, menguhubungkan atau menyatukan berbagai organ yang berbeda didalam tubuh dengan cara menyediakan masa cairan tubuh.  Sifatnya seperti air, sebagai cairan biologis. Utamanya sekitar didaerah perut atau lambung. Di rongga dada, paru-paru, tenggorokan, kepala, jantung, mulut dan cairan tubuh, lendir serta sendi-sendi.
            Kapha ini bersifat lunak, dingin, jernih, warna putih, berat, lembab, dan licin. Juga memiliki sifat rapat, halus, stabil, dan dapat menyebabkan basah, dan menempati ruang yang kosong didalam tubuh. Bila unsur Kapha meningkat maka akan memberi keperkasaan dan stabilitas tubuh, kurang merasakan sakit, membantu meningkatkan daya ingat, memberi energi pada jantung dan paru-paru serta menjaga kekebalan tubuh. Bila ada penurunan unsur kapha maka akan merasakan terbakar didalam tubuh, rasa kurang berminyak, rasa kosong di usus dan kolon, sendi-sendi terasa lepas.  Memiliki rasa manis dalam keadaan tercerna, atau tidak terkena panas enzim pencernaan yang berlebihan akan berubah rasanya menjadi asin. Kapha menyebar dari lambung ke seluruh tubuh untuk membasahi tubuh sesuai dengan sifatnya.  Kekuatan utama yang paling aktif di kelima tempat namun berpusat dilambung. Adapun istana lainnya yang dikenal dengan panca Kapha antara lain:

  1. Kledaka Kalpha,yaitu bertempat dalam lambung. Berfungsi utama membasahi dan meredam makanan. Disamping itu juga untuk melembabkan berbagai tempat didalam tubuh.  Menyebabkan makanan padat menjadi basah kemudian menjadikan lembek bahkan hancur seperti pasta. Kalau produksi kapha terganggu makan kita akan kehilangan nafsu makan, proses penghancuran makanan terganggu, muka menjadi pucat, terjadi terganggunya kencing, dan ketimpangan lain sebagai penyebab terganggunya fungsi tubuh lainnya.
  2. Avalambaka Kapha, yaitu suatu kapha yang bertempat di jantung, yang berfungsi untuk mengokohkan anggota gerak tubuh, sehingga tubuh dan kepala dapat berdiri dengan tegak. Jika kapha ini terganggu maka gerakan tubuh menjadi lamban dan malas bergerak dan sebagainya.
  3. Bodhaka Kapha, yaotu suatu kapha yang berstana di lidah, yang mengakibatkan lidah dapat mengecap. Bila terganggu maka akan menyebabkan rasa pengecapan kita akan terganggu, lidah tidak bisa membedakan rasa setiap makanan atau minuman yang masuk ke dalam mulut dengan tepat.
  4. Tarpaka Kapha, yaitu suatu kapha yang terletak di sirah (kepala). Kapha ini bertugas meminyaki dan menyegarkan semua alat penginderaan. Kalau kapha ini terganggu maka akan menyebabkan hilangnya fungsi penginderaan tubuh. Tubuh tidak akan mampu untuk mengenali apa-apa lagi sehingga kepekaan perasaan pun akan menurun.
  5. Slesaka Kapha, yaitu suatu kapha berstana di sendi atau kulit. Kapha ini berfungsi membasahi sendi dan kulit, agar sendi tetap lentur dan membantu penyembuhan luka pada kulit. Bila produksi kapha ini terganggu maka akan mengalami gangguan pada persendian, persedian akan kaku dan sulit bergerak.

            Seperti dahak yang keluar dari tenggorokan juga bagian ekskreta yang dibuang oleh tubuh, termasuk air kencing dan hasil ekskresi lainnya yang tidak berfungsi secara fisiologi dalam tubuh akan dibuang.  Sedangkan cairan kapha yang lain seperti cairan plasma, cairan empedu, cairan limfa amat berperan dalam tubuh, yang secara fisiologi bertaggug jawab terhadap resistensi alami dari jaringan tubuh.

Penyebab Utama Terganggunya Tri Dosa  

            Penyakit lain yang menyebabkan terganggunya keseimbangan tri dosha seperti prilaku yang salah, seperti tidur berlebihan pada siang hari, kurang bergerak dan sebagainya. Juga memakan atau minum yang terlalu manis, asam, asin, dingin, berminyak, minuman yang terlalu pekat, makan terlalu kenyang, dan sebagainya. 
            Prilaku tri dosha ini dapat menurun secara bersamaan yang disebabkan oleh kelebihan obat, penekanan yang mendadak terhadap suatu kejadian, aktifitas yang berlebihan, kelelahan yang sangat berlebihan, dan ketegangan mental akibat  stress dari rutinitas dan masalah yang dimiliki. Akibat lainnya seperti pola makan dan minum, perubahan suatu musim, suhu panas dan dingin, sinar matahari, dan lainnya. Semua itu bertanggung jawab terhadap perubahan dan kesehimbangan keharmonisan tri dosha, didalam tubuh manusia. Serta akan mengalami efek terhadap jaringan tubuh, sehingga tubuh menjadi sakit.
            Makanan yang dapat menurunkan tri dosha antara lain daging binatang seperti daging rusa, kambing. Daging binatang yang dapat menurunkan kapha dan pitta adalah  daging kelinci dan daging burung pematok. Daging yang bisa menurunkan unsur vatta antara lain daging burung merpati, puteh,daging sapi, daging babi, daging angsa. Daging yang mengambang di air hanya dapat menurunkan unsur pitta saja. Sedangkan daging untuk menurunkan unsur kapha saja tidak ada.
            Kalau daging yang dapat meningkatkan unsur vatta dan kapha adalah daging tikus, dan daging binatang yang mengambang di air.  Untuk meningkatkan unsur vatta saja dapat dipakai daging kambing yang sudah tua. Daging yang dapat menaikkan unsur pitha dan kapha ialah daging biri-biri dan daging sapi. Untuk meningkatkan unsur kapha saja dengan daging ayam. Daging yang meningkatkan unsur pitha dan kapha namun menurunkan unsur vatta serta menambah kekebalan tubuh dan meningkatkan atau merangsang nafsu seksual antara lain burung hantu, babi hutan, angsa, ayam liar, kerbau, rusa, dan pada umumnya binatang liar.

Cara Pengobatan Ayurveda Secara Umum

            Karena berbeda penyebab dan penyakitnya maka dengan sendirinya jenis pengobatannya pun bervariasi dari satu penyakit ke penyakit yang lainnya.  Pengobatan ayurveda dengan menghilangkan toksin. Toksin yang ada didalam tubuh dapat mengganggu kelancaran fungsinya tri dosha dengan melakukan beberapa cara pengobatan seperti:

  1. Snehana,yaitu penyeimbangan tri dosa dengan peluluran dengan kream herbal (untuk eksternal body) dan obat herbal sejenis jamu atau loloh (untuk internal body). Peluluran seluruh badan dengan obat herbal atau lulur dan obat-obatan berbentuk minyak.  Dilulurkan pada bagian luar tubuh disebut Babya Snebana. Dengan memakai empat jenis ramuan yaitu vegetable oil (taila), mentega murni (ghee), minyak binatang  (animal fats atau Vasa), minyak terbuat dari tulang-tulang (majja). Untuk pengobatan ke dalam tubuh dengan obat berupa jamu-jamuan herbal ghee atau Tikta Ghrita . Process pembuatan ghee memakai bahan mentega dengan menghilangkan semua unsur cair susu, protein, dan kadar air. Dengan cara dimasak dengan campuran obat traditional atau herbal. Juga untuk pemakaian pengobatan didalam tubuh menggunakan jenis ramuan yang terbuat dari minyak binatang dan minyak dari tulang. Jenis herbal yang dipakai juga bermacam-macam tergantung unsur dari tri dosa , (vatta, pitha, dan kapha) yang diseimbangkan. Disebutkan sedikitnya 53 jenis herbal yang dipakai. Bahan obat herbal ini bisa berupa akar-akaran,sejenis jahe-jahean, Guduchi (Tinospora cardifolia), Kutki (picrorhiza kurroa), heritaki (terminalia chebula), Chitrak (plumbago Zeylanica) dan lain sebagainya. Jenis obat-obatan berupa minyak dan ramuan jamu ini bisa dioleskan pada hidung, telinga, dahi, lobang pantat, atau dimakan dengan makanan atau minuman.
  2. Babya Snebana, yaitu menyeimbangan dengan teknik pemijatan mengunakan minyak dengan ramuan herbal yang dibuat secara traditional yang disebut dengan nama babya snebana khususnya untuk penyeimbangan kappa disebut mahanarayana, dengan mengambil bahan dari kitab Charaka Samhita. Teknik pemijatannya pun dengan memutar-mutar searah jarum jam  dengan tekanan tertentu. Untuk ramuan dari dalam juga ada berupa obat herbal ghee yang masih hangat (tikta ghrita) pada pagi hari dan siang hari sebelum makan. Dosis disesuaikan dengan jenis atau unsur tridosa.
  3. Swedana,yaitu olah jantung, melakukan aktifitas gerak yoga, dengan tujuan agar mau keluarnya keringat. Dengan bergerak detak jantung akan meningkat dan menyebabkan keluarnya toxin tubuh berupa keringat atau toxin lainnya, akan lebih mudah masuk kesaluran pembuangan (urine , feces), sehingga badan akan merasa agak ringan, badan lebih fleksible, dan lebih bertenaga.
  4. Nadi Swedana,yaitu sejenis pengobatan yang menggunakan uap dari herbal yang dipanaskan. Herbal dididihkan lalu disalurkan dengan pipa menuju ke beberapa bagian tubuh, terutama otot-otot, tulang belakang, pinggul, persendian lutut dan bagian lainnya dari tubuh.
  5. Bashpa Swedana,yaitu dengan memakai sistem steam bath yaitu mandi uap panas, dimana badan dimasukkan ke suatu ruangan yang telah diuapi dengan ramuan herbal yang telah dipanaskan dengan suhu yang panas, sehingga keringat keluar bersama toksin yang ada. Pengobatan dengan sistem mandi uap panas ini, sekitar tujuh sampai sepuluh menit, atau sampai keringat bercucuran keluar sekitar kepala,  dahi atau muka. Kepalanya biasanya tidak ikut dimasukkan apabila yang dipakai berbentuk kotak kecil yang didalamnya diisi uap panas. Dengan ramuan herbal tertentu, jadi hanya sebatas leher kebawah yang dimasukkan kedalam kotak steam bathe. Sistemnya bagaikan memeras air jeruk, air dikeluarkan dengan paksa, dengan memanaskan badan.  Efeknya akan terlihat setelah keringat keluar, warna kulit agak kemerahan.  Sangat penting sekali diperhatikan agar jangan sampai terasa sangat nyeri disekitar badan atau terasa panas sekali dan sakit seperti terbakar, atau kesulitan bernapas untuk mengindari tubuh berdampak sangat ekstrem. Pasien akan merasakan pengaruh yang sangat besar disertai suhu tubuhnya naik, sehingga pasien harus minum cukup cairan atau  air dingin.  Cara seperti ini tidak dianjurkan untuk pasien yang memiliki masalah penyakit jantung atau hypertensi. Mungkin bisa menyebabkan kenaikan tingkat gerakan jantung dan tekanan darah. Juga tidak disarankan untuk yang bermasalah dengan kesehatan seperti leukimia atau anemia.
  6. Shirodhara, yaitu dengan meneteskan minyak herbal khusus disekitar dahi, diantara alis. Obat herbal diteteskan dari mangkok tembaga yang digantung 8 sampai 12 cm diatas dahi pasien. Cara ini untuk mengobati ke tidak seimbangan unsur vatta. Untuk menenangkan pusat saraf. Dengan menyeimbangan kedua badan dan pikiran dengan membiarkan badan sendiri menyembuhkan secara alami, degan merilekkan syaraf-syaraf. Umumnya dilakukan selama 20 menit. Selama perawatan diulangi lagi 3 sampai 4 kali dalam kurun perawatan seminggu.  Herbal yang dapat menyejukkan sistem syaraf.
  7. Pinbinchbali,yaitu pengobatan dengan minyak herbal yang dicampur dengan tepung beras tertentu yang dibungkus dengan kain tipis atau kasa. Dipakai untuk menggosok tubuh si pasien secara menyeluruh sambil menekan dan memeras bungkusan tersebut, sehingga kotoran dan toxin akan terangkat dari kulit. Cara ini sangat baik untuk keluhan ketegangan otot-otot. Namun untuk lebih efektifnya, harus dilakukan secara berulang-ulang. Dalam satu paling tidak 30 menit. Kemudian dilanjutkan dengan sisem pengobatan Pinda Swedana .
  8. Pinda Swedana, yaitu dengan pemijatan yang agak lembut dengan sistem hampir sama seperti Pinbinchbali namun herbal yang dipakai khusus untuk penyeimbangan Vatta. Suatu herbal yang dicampurkan dengan susu sebagai herbal nutrisi. Herbal yang agak panas ini dibungkus dengan kain yang agak lembut, kemudian digosokkan pada badan dan difokuskan pada persendian dan otot-otot tubuh. Dilakukan sekitar 10 menit, untuk hasil yang maksimal bisa dilakukan sampai sekitar 20 menit. Cara ini sangat cocok untuk facial Paralysys atau hemiplegia dan juga penyakit otot lainnya seperti penyakit otot sclerosis dan terapi otot. Pada umumnya terapi ini dilakukan bertahap  sesuai kebutuhan.
  9. Pengobatan Panchakarma yang berarti "lima tindakan",  yaitu lima prosedur yang berbeda yang digunakan dalam Ayurveda yang diyakini untuk memurnikan atau menyeimbangkan tri dosha di dalam tubuh. Panchakarma akan mengeluarkan kelebihan atau ketidak seimbangan dosha bersama dengan Ama yang menempel, keluar melalui sistem pengeluaran tubuh seperti kelenjar keringat, saluran kencing, usus, dan lain-lain. Panchakarma adalah terapi memurnikan untuk meningkatkan proses metabolisme melalui obat-obatan makanan dan herbal. Sebagai limbah dikeluarkan dari tubuh orang tersebut menjadi sehat. Sebelum mulai melakukan Panchakarma, pasien diberi minyak dan dihangatkan lebih dulu untuk membuang kelebihan dosha dari anggota badan ke penampungan yang sesuai di saluran pencernaan, untuk kemudian dikeluarkan. Menurut Charaka, lima tindakan itu antara lain
  10. Nasya (terapi hidung)

            Nasya yaitu terapi ini dilakukan dengan menghirup uap dari ramuan herbal yang telah dimasukkan ke dalam air mendidih. Terapi ini digunakan terutama untuk menghilangkan masalah yang berkaitan dengan Kapha, pada telinga, mata, hidung, dan gangguan tenggorokan seperti migrain, sinusitis, penyakit selesema, dan bronkitis. Hidung adalah pintu gerbang ke otak dan kesadaran. Prana, atau energi kehidupan, memasuki tubuh melalui napas yang diambil melalui hidung. Nasya membantu untuk memperbaiki gangguan prana yang memengaruhi fungsi otak sensorik dan motorik. Nasya diindikasikan untuk kekeringan pada hidung, sinus yang tersumbat, suara serak, migrain, kejang, serta berbagai masalah mata dan telinga.

  1. Vamana Karma ( Terapi Muntah)

            Vamana, yaitu digunakan ketika ada sumbatan di paru-paru yang menyebabkan timbulnya serangan berulang berbagai penyakit seperti bronkitis, batuk, pilek atau asma. Tujuan dari terapi ini adalah menginduksi muntah untuk menyingkirkan lendir yang menyebabkan kelebihan kapha.Minuman yang terdiri dari licorice dan madu, atau teh akar jerangau (calamus root tea) diberikan kepada pasien. Zat lain yang juga digunakan adalah garam, dan kapulaga. Muntah diinduksi dengan menggosok lidah. Targetnya empat sampai delapan kali muntah.Setelah muntah, biasanya pasien akan merasa sangat nyaman, sebagian besar sumbatan, asma, dan sesak napas akan hilang seiring dengan pembersihan sinus. Terapi muntah digunakan untuk batuk, pilek, gejala asma, demam, mual, kehilangan nafsu makan, anemia, keracunan, penyakit kulit, diabetes, obstruksi limfatik, gangguan pencernaan kronis, edema (pembengkakan), epilepsi (antara serangan), masalah sinus kronis, dan untuk serangan tonsilitis yang terjadi berulang kali.

  1. Virechana Karma  (membersihkan atau therapi penyucian)

            Virechana yaitu  pembersihan dosha Pitta dan pemurnian darah dari racun. Umumnya, terapi ini diberikan tiga hari setelah dilakukan terapi Vamana. Jika terapi Vamana tidak diperlukan, Virechan dapat diberikan  langsung. Virechan membersihkan kelenjar keringat, usus kecil, usus besar, ginjal, lambung, hati, dan limpa. Sejumlah herbal yang sudah dihaluskan digunakan sebagai obat cuci perut. Bahan-bahan tersebut diantaranya adalah senna, prune, dedak, kulit biji rami, akar dandelion, biji psyllium, susu sapi, garam, minyak jarak, kismis, dan jus mangga. Saat mengonsumsi obat pencahar ini, pasien harus mematuhi diet terbatas. Vireka digunakan untuk pengobatan penyakit kulit, demam kronis, tumor perut, cacing, encok, sakit kuning, masalah pencernaan, sembelit, dan iritasi usus besar.

  1. Vasti atau Basti Karma (enema terapeutik).

Vasti,  yaitu suatu  therapi mengeluarkan toksin dengan cara memasukkan cairan herbal ke dalam dubur-rectum samapi ke colon, vagina atau penis

  1.  Raktamokshana Karma (mengurangi darah)

                        Suatu pengobatan dengan cara membekam atau mengilangkan darah pada tempat tertentu di dalam kulit. Caranya ada dengan pembedahan / penorehan sehingga darah keluar dan juga dengan memakai binatang Lintah (leech). Beberapa penyakit yang dapat menggunakan tehnik Raktamokshana gumpalan darah, Bisul, Leucoderma, Eksim, trombosis , dan varises

            Tapi biasanya hanya salah satu terapi yang dilakukan, tergantung dari kebutuhan individu, tipe tubuh, atau ketidak seimbangan dosha, dan lain-lain.  Begitu banyaknya jenis terapi atau pengobatan baik berupa herbal berbentuk cair atau kental, basah atau kering, dengan peminyakan atau berair dan obat herbal keras atau lembut. Cara pembuatannya pun beraneka ragam dengan bahan campuran utama air atau minyak herbal. Disamping untuk obat luar juga dipakai untuk obat dalam, obat herbal dicampur dengan tepung lalu diolah untuk makanan. Atau dicampur sebagai minuman (jamu). Disarankan untuk mandi dengan mempergunakan air hangat, agar pori-pori kulit tetap mengembang. Kalau mandi dengan air dingin maka unsur agni yang ada ditubuh pasien akan berusaha mengalami peningkatan untuk menyeimbangkan suhu tubuh, sehingga pori-pori kulit menutup, ini membuat si pasien merasa tidak nyaman. Dengan mandi menggunakan air hangat, maka herbal yang dilulurkan akan meresap ke dalam kulit lebih mudah.  
            Selama dalam pengobatan disarankan si pasien istirahat penuh agar jiwa, pikiran dan badannya bisa lebih rileks diri, dan peran keluarga dan lingkungan sangat diperlukan untuk mendukung process penyembuhan. Di anjurkan untuk menyeimbangkan diri dengan melakukan meditasi,  asana dan pranayama (olah napas) untuk mempercepat proces penyembuhan sehingga unsur tri dosha seimbang  dengan cepat. Juga makanan harus diperhatikan, disarankan memakan makanan yang ringan dapat berupa makanan vegetarian yang direbus, dan juga memakan makanan jenis bubur yang dicampur dengan rempah-rempah (Kichari) agar badan lebih mudah mencerna. Juga dengan memakan makanan ringan, tubuh dan pikiran kita akan lebih tenang.  Adapun resep makanan Kichari sebagai berikut:
            1 mug atau mangkok dal (yellow)
            2 mangkok beras basmati (beras kecil panjang)
            1 ,5 cm jahe segar
            1 genggam dari daun Cilandrao (Cilandro)
            2 sendok teh Ghee (mentega dari susu murni)
            ½ sendok teh tepung kunyit
            ½ sendok serbuk ketumbar (coriander)
            ½ sendok teh serbuk Jinten (Cumin)
            ½ sendok teh biji  mustad
            ¼ garam mineral
            1 pinch hing (asafoetida)
            8 gelas air
Caranya membuat:
cuci bersih beras dan dal atau yellow sampai airnya kelihatan bening, kemudian dimasak dengan 8 glass air sampai menjadi lembut. Semua bahan tersebut diatas (selain garam mineral dan daun cilantro) direbus dengan wadah atau wajan yang lain untuk beberapa saat. Setelah agak mateng lalu dicampurkan ke adonan beras yang dimasak dengan dal atau yellow tersebut. Diaduk sampai semua teraduk rata dan matang. Lalu makanan siap dihidangkan dengan membuburi garam mineral dan daun cilandro.
            Dalam pengobatan ayurveda, makanan yang termasuk makanan cukup berat bagi tubuh antara lain makanan yang manis atau manisan, makanan gorengan, daging, dan produk peternakan lainnya. Makanan yang disarankan untuk dimakan antara lain: makanan asin, makanan sejenis cury (cabe, bawang, kesuna atau bawang putih) dan memakan makanan yang rasanya agak asam seperti: Pikles (paya), cuka dan lemon atau citrun. Makanan yang harus dihindari seperti:  makanan permentasi (yogurt, keju yang keras, tahu (tofu), dan ketchap (soya sauce). Pada pengobatan ayurveda makanan pantangan adalah makanan dan minuman dingin (ice cream, ice tea, soda water) termasuk makanan beralkohol dan yang mengandung cafein.

            Dalam pengobatan ayurveda diet makanan harus ditaati agar penyembuhannya bisa berasil dengan segera. Diharapkan pasien bisa hidup bergairah, penuh semangat, merasa tanpa beban, pikirannya tidak kacau, selalu dalam keadaan bahagia, penuh semangat  untuk hidup.
           

KESIMPULAN DALAM PENGOBATAN KEDOKTERAN INDIA (AYURVEDA)

           

Konsep Dasar Pengobatan Kedokteran India (Ayurveda)
Dalam pengobatan menekankan adanya kesehimbangan sistem organ-organ tubuh. Dalam keadaan tertentu racun terus meningkat dalam tubuh kita dan menyebabkan timbulnya berbagai penyakit, sehingga kita harus mengeluarkannya dari dalam tubuh kita. Pembersihan racun dari dalam tubuh kita dapat dilakukan dengan berbagai cara:

  1. B – Balancing, mensuplai nutrisi yang seimbang ke dalam tubuh. Nutrisi yang dibutuhkan dalam tubuh dapat kita penuhi dengan pola makan yang baik yaitu 4 sehat 5 sempurna. Nutrisi yang seimbang sangat dibutuhkan sel tubuh untuk terus beraktifitas, seperti vitamin, mineral, serat (fiber) dan zat gizi lain yang dibutuhkan oleh tubuh kita untuk melancarkan, menyeimbangkan sistem hormonal serta keseimbangan asam-basa dalam tubuh.
  2. A – Activating, mengaktifkan sel tubuh untuk mengoptimalkan penyerapan nutrisi dalam tubuh. Dengan meningkatkan pemasukan nutrisi kedalam sel tubuh dan sel darah, membantu regenerasi sel darah merah dan meningkatkan kadar oksigen dalam darah, menghambat proses oksidasi dan menstimulasi regenerasi sel organ tubuh untuk berkerja secara optimal dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit.
  3. D-Defending, meningkatkan sistem pertahanan tubuh. Dengan merangsang sel tubuh untuk membentuk antibodi dalam membantu mempertahankan tubuh dari bahaya radikal bebas dan serangan penyakit, juga turut berperan dalam menjaga kesehatan.

Dalam Tri Dosha pada sistem pengobatan India (Ayurveda) menekankan kegunaan obat sayur-sayuran dan Lemak sebagai minyak digunakan untuk penggunaan dan untuk kegunaan luar. Beratus-ratus obat salain produk hewani boleh juga digunakan, seperti susu, tulang, dsb. Mineral, termasuk sulfur, arsenik, timbal, sulfur tembaga, emas juga digunakan sebagai ramuan. Dengan menambah mineral sebagai obat dan juga digunakan sebagai perasa dalam makanan.
Bahan obat-obatan Ayurveda berasal dari bahan alam sehingga bebas efek samping. Namun untuk hasil terbaik, instruksi dosis, dan saran mengenai pola makan harus ditaati dengan seksama. Perlindungan menyeluruh terhadap hampir seluruh penyakit, menangani penyakit bahkan sebelum mereka timbul, serta menjaga kesehatan.
            Sebagai suatu cara yang digunakan untuk membuka saluran dan membuang toksin yang ada, sebagai menyebabkan hilangnya keseimbangan Tri Dosha. Cara-cara untuk mengambil toksin itu dengan mandi uap panas dan peluluran, semuanya bertujuan agar toksin itu hilang.




Manusia Berusaha menyempurnakan diri menuju hidup lebih baik pada kehidupan ini dan nanti.
Menuju kehidupan lebih baik adalah dambahan kita semua, Mari memilih lakukan yang terbaik buat diri sendiri, keluarga, teman dan se-isi semesta agar semua mahkluk hidup berdampingan dan berbahagia (N. Danny Sridana)

NEXT, Heart light Meditation & Yoga >>

Business motivation | Air Minum Kesehatan Nonmin | Bisnis related |

Sitemap